Selasa, 15 Maret 2016

ketika sebuah logika tidak memiliki sinkronisasi oleh sebuah perasaan masihkah kebohongan - kebohongan atau tulusnya kejujuran, seharusnya tidak terjadi ini tertuang dalam tulisan. Tengah malam dengan angka ganjil di hari  penuh berkah imajinasi secara mendadak memunculkan kemauan menghadap sebuah layar tidak begitu besar alunan nada dan irama agak berisik mulut terbuka lebar efek ngantukpun terasa, namun kini pengalaman buruk akan menjadi sebuah cerita. Sosok wujud bernyawa tidak akan bisa lepas dari kata "cinta" karena kehidupan begitu banyak warna - warni dapat kau sambut sesuai persepsi wujud bernyawa telah memasuki fase dengan lamanya waktu diselingi kesabaran, lemah ini tidak bisa berbuat apa - apa selain berusaha mencari dan terus mencari hingga menyerah itu terbenak bagai otak penuh virus berbahaya, hilangpun sulit rasanya karena sudah terlalu banyak perasaan  membuat hati ini terluka. Namun apalah daya sosok wujud bernyawa inilah tidak mau mati didalam kata"cinta" kepercayaan sangat terbatas suatu pondasi bahwa suatu saat keyakinan kembali muncul untuk merangkai kata"cinta" herannya perasaan benci kok tidak mau muncul padahal sangat ingin merasakan kebencian"cinta" itu seperti apa paling hanya pertanyaan yang muncul dan jawaban tidak ditemukan dalam suatu kondisi yang sedang dialami. Seandainya semua keburukan sudah terjadi begitu saja benar membuat se-sosok wujud ini hancur, tidak ada bayangan  bulan terang disekeliling bintang indah berkilau dimalam hari, embun terasa sejuk di pagi hari kemudian terbitnya matahari menimbulkan panasnya kota berjlarut - larut, senja tidak dapak dinikmati dengan banyaknya wujud bernyawa, segala aktivitas terasa malas bahkan mengurus diripun lupa. Terkadang memang perlu mencari sahabat yang benar - benar ada didekat wujud bernyawa ini yaitu alam begitu tidak disangka bisa memberikan ketenangan berpikir jauh dari kekacauan nyaman dilihat dengan posisi berbaring matapun mempunyai arah keatas serta intropeksi menjadi prioritas utama. Oh iya sebab dan akibatnya tentu tidak bisa dituliskan karena penuh pertimbangan bukan takut Tetapi tetap jangan lepaskan rasa bersyukur terhadap segala telah yang terjadi ternyata pada dasarnya hanya mengambil hikmah dari itu semua akan bangkit mungkin terasa lebih kuat melihat kata"cinta"berkeliaran dikehidupan sehari - hari. Dulunya percaya diri itu pasti seolah - olah.